Ini tugas mengarang waktu SD, sekitar kelas 3 ato 4 ato 5, lupa..
BILA AKU BESAR NANTI
Bila aku besar nanti aku ingin menjadi guru. Karena guru adalah orang yang sangat berjasa bagi bangsa dan negaranya. Dengan adanya guru orang-orang jadi pintar. Dengan adanya guru sekarang ada pembangunan.
Aku sangat ingin menjadi guru SD. Dirumah, aku sering bermain guru-guruan. Sebagai murid-muridnya ku ajak boneka. Dirumahku, ada papan tulis besar dan aku sering menulis disana, selayaknya seorang guru.
Dan bila aku sudah menjadi guru, aku akan berusaha menjadi guru yang baik dan sabar tetapi juga disiplin. Bila ada murid yang bodoh aku akan membimbingnya sampai ia berhasil.
Aku ingin menjadi guru karena aku sangat suka kepada anak-anak. Aku akan terus belajar dengan baik agar menjadi guru yang berpengetahuan luas, dan aku akan mengajarkan ilmu yang kumiliki pada murid-muridku.
: )
Lucu banget ngebacanya lagi ^^
Tadi ga sengaja nemuin ini waktu ngebongkar-bongkar file yang ada di kamar..
Tulisan yang ditulis dengan huruf sambung yang menurutku waktu itu bagus banget (padahal kalo sekarang mah keliatannya acak adul), pake pensil tipiiiiisss banget..
EYD nya juga berantakan (kalo "di" buat tempat kan di pisah, terus "dan" ga boleh di awal kalimat). Hehehe, kalo masih nulis kayak gini sekarang, ga ngehargain kerja keras (terutama) para pengajar Bahasa Indonesia NF banget ni! Hehe.
Tapi, di balik semua itu.. Ada cita-cita yang tulus dari dalam hati, sebuah cita-cita besar yang sering dikecilkan oleh manusia zaman sekarang.. yaitu menjadi.. seorang guru....
Dulu aku ga pernah tuh, kepikiran untuk jadi dokter, cita-cita yang menjadi keinginan hampir setiap orang dan profesi yang dianggep "wah" oleh kebanyakan orang, sekaligus jurusan yang diperebutkan ribuan orang lewat SNMPTN dan lain sebagainya..
Cita-citaku satu: GURU.
Hehehe, aku kagum banget sama guru. Seperti yang aku sebutkan di karanganku itu, membuat orang jadi pintar, hehehe, lebay sih. Ga sih, pokoknya guru itu yang ngajarin kita macem-macem, yang bikin kita tau banyak hal, yang tadinya ga bisa jadi bisa, yang tadinya ga ngerti jadi ngerti... dengan adanya guru, rantai ilmu pengetahuan tetap berlanjut dari masa ke masa..
Sungguh sebuah pekerjaan yang mulia..
Pasti senang dan bangga rasanya bila siswa yang kita didik bisa sukses dan berhasil (walopun ga sepenuhnya karena kita, tapi atas usaha anak itu sendiri dan ridhonya Allah)..
Aku pengen jadi seorang pendidik yang hebat : )
Tapi.... sekarang.... Kuliahku bukan UNJ, bukan di institusi yang mencetak para guru, tapi di Farmasi UI.... Bergelut dengan berbagai macam nama obat-obatan dan zat aktifnya yang aneh-aneh serta beragam kimia-kimia-an dan biologi-biologi-an.
Namun, siapa bilang anak Farmasi UI ga bisa ngajar? Aku tetap menyimpan hasrat untuk menjadi pengajar.. Enaknya sih privat, tapi jangan jauh-jauh.. Hehehe.. Kalo di lembaga juga mau, tapi yang freelance. Kalo ditanya mata pelajaran andalan? Matematika jawabannya. Hehehe. I love Mathematics very much! yaaa.. walopun ga jago2 banget..
Sekarang motivasi ngajarnya juga nambah, ga cuma itu aja, hehe.
I hope my dreams will come true. Amin.
: )